21 Jun 2017

Adabul Alim Wal Muta'allim (Muqoddimah)


Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam. Shalawat serta salam semoga tetap tercurahkan atas junjungan kita Muhammad SAW; utusan yang paling mulia diantara para utusan Allah, dan sekaligus sebagai nabi penutup akhir zaman, juga atas para keluarganya yang bagus, dan para sahabat beliau yang suci. Amiin.

Ammaa Ba’du, telah diriwayatkan dari dewi Aisyah r.a. dari Rasululloah  SAW beliau bersabda “Kewajiban anak terhadap orang tuanya adalah memberikan anaknya nama-nama yang bagus, memberikan air susu (menyusui) yang bagus kepada anaknya, dan memberikan didikan budi pekerti yang baik kepada anaknya”.

Diriwayatkan dari Ibnu Sirin ra., ia berkata: “Para sahabat dan para tabi’in mereka semua mempelajari petunjuk, sebagaimana mereka mempelajari ilmu pengetahuan”.
Diriwayatkan dari Hasan Al Bashri ra.Ia berkata: “Bahwasanya ada seorang lelaki keluar dari tempat tinggalnya untuk mendidik jiwanya dalam beberapa tahun.

Diriwayatkan dari Sufyan bin ‘Uyainah ra. bahwasanya Rasulullah itu merupakan timbangan yang agung. Pada pribadi beliau ditampakkan beberapa hal yang pantas dicontoh;budi pekerti, tindak-tanduk dan petunjuk-petunjuknya.Adapun segala perilaku yang sesuai dengan kepribadian beliau, maka hal itu dianggap benar, sedangkan yang tidak sesuai dengan prilaku beliau, maka dianggap salah.

Diriwayatkan dari Habib Al-Syahid, ia berkata kepada putranya: “Bertemanlah engkau dengan orang-orang yang ahli fiqh, pelajarilah budi pekerti dari mereka, karena hal itu lebih aku cintai dari pada engkau banyak mempelajari ilmu hadits”.

Ruwaim berkata: “Wahai anakku! Jadikanlah ilmumu ibarat garam (yang tersebar dilautan) dan jadikanlah budi pekertimu ibarat (tepung yang berterbangan didaratan)”.
Imam Ibnu Al Mubarak  ra. Berkata: “Kami lebih membutuhkan budi pekerti yang sedikit daripada yang banyak”.

Imam Syafi’i suatu ketika pernah ditanya: “Bagaimana pengakuanmu terhadap budi pekerti?. Beliau menjawab: “Aku mendengarkan perhuruf darinya, sehingga semua anggota tubuhku menjadi senang, sesungguhnya seluruh anggota tubuhku mempunyai pendengaran yang bisa menikmatinya. Kemudian beliau ditanya lagi, bagaimana cara engkau mencari budi pekerti itu?”. Beliau menjawab: "Aku mencarinya ibarat orang perempuan yang kehilangan anaknya, kemudiania mencarinya, sementara ia tidak mempunyai orang lain selain anak itu.

Sebagian ulama berpendapat bahwa tauhid itu mengharuskan adanya suatu keimanan. Barangsiapa yang tidak beriman, maka berarti ia tidak bertauhid.Iman juga mengharuskan adanya syari’at. Barang siapa yang tidak bersyari’at, maka berarti ia tidak beriman dan juga tidak bertauhid. Syari’at juga mengharuskan adanya budi pekerti budi pekerti, barang siapa yang tidak mempunyai budi pekerti, maka ia tidak bersyari’at, tidak beriman dan tidak bertauhid (kepada Allah SWT).

Apa yang telah disampaikan oleh para Nabi dan para ‘ulama’ semuanya merupakan ketentuan  yang sangat jelas, kata–kata yang dikuatkan dengan nur ilham yang mampu menerangkan tentang betapa luhurnya kedudukan budi pekerti, juga menjelaskan bahwa semua perbuatan yang bersifat keagamaan, baik yang bersifat bathiniyah maupun lahiriyah, baik ucapanmaupun perbuatan, hal itu tidak akan dianggap sebagai amal, kecuali apabila perbuatan tersebut dibarengi dengan budi pekertiyang baik,sifat-sifat yang terpuji dan akhlaq yang mulia.Karena menghiasi amal perbuatan dengan budi pekerti yang baik diwaktu sekarang itu merupakan tanda diterimannya amaldi saat nanti. Disamping itu juga, budi pekerti yang baik sebagaimana dibutuhkan oleh pelajar (santri) ketika iabelajar, seorang guru juga membutuhkannya ketika sedang dalam proses belajar mengajar.

Ketika derajat akhlaq sudah mencapai pada tingkatan ini, sementara ketentuan kreteria akhlaq secara detail belumlah jelas, maka apa yang aku lihat, yaknikebutuhan para pelajar akan budi pekerti dan susahnya mengulang-ulang untuk mengingatkan kesalahan akhlaq mereka, telah mendorong aku untuk mengumpulkan risalah ini sebagai pengingat pribadiku sendiri khususnya dan umumnya orang-orang yang memiliki wawasan dangkal. Kemudian aku beri nama risalah ini dengan nama “Adab al Alim Wa al Muta’allim”, semoga dengan risalah ini, Allah memberikan manfaat dalam kehidupan ini dan setelah mati nanti. Sesungguhnya Allah adalah Dzat yang menguasai segala kebaikan.

23 Des 2016

Sekilas Pesantren Kilatan

Yang masyhur diketahu oleh umat islam Indonesia pada umumnya, ada 2 istilah untuk pesantren saat ini. Pertama; Pesantren Salaf. Kedua; Pesantren Kholaf. Masing-masing lembaga tersebut mempunyai target yang berbeda-beda.

PESANTREN KHOLAF. Anak didiknya dituntut untuk menguasai dua bidang (Agama dan Umum). Sistem yang dipakai mencoba untuk mengkolaborasikan antara klasik dan modern. Sistem ini untuk mengimbangi perkembangan zaman.

PESANTREN SALAF. Ditekankan pada ilmu agama saja (kitab klasik), menerapkan pola tradisional yang berjenjang (Madrasah) sesuai kemampuan. Selain hafalan dan syawir, sistem yang digunakan biasanya bandongan dan sorogan.

• Bandongan adalah kajian kitab yang di Qori' langsung oleh kiai atau ustadz dengan menggunakan makna ala pesantren (Jawa; utawi iku / Madura; thining panika), kemudian santri mendengar serta menulis makna yang dibaca oleh pengajar. Sistem ini bisa bersifat umum (seluruh santri) dan bisa juga khusus (setiap jenjang)

• Sorogan adalah menyetorkan bacaan kitab kepada kiyai atau ustadz. Dengan kata lain, santri yang membaca kitab, kiyai atau ustadz yang mendengarkan bacaan untuk menegur bacaan santri yang salah (latihan baca kitab). Sorogan ini bersifat khusus, bagi santri yang sudah menguasi ilmu alat.

Bagaimana dengan pesantren kilatan?!

Pada dasarnya pesantren kilatan merupakan bagian dari Pesantren salaf, sama-sama menggunakan kitab klasik, seperti Tafsir Al-Qur'an, Hadits, Fiqih, Tasawuf, Ilmu Alat, Falak, dan beberapa fan-fan lainya, hanya saja dipondok Pesantren Kilatan tidak menggunakan sistem sorogan, hafalan, dan tidak ada juga pola clasikal (madrasah atau tarbiyah), hanya fokus bandongan saja. Target yang ditempuh mengkhatamkan berbagai kitab klasik dalam tempo waktu yang singkat.

Dahulu, jika mendengar kata ngaji kilatan, imajinasi setiap santri langsung tertuju pada bulan puasa, yang sudah menjadi agenda umum setiap pesantren baik pesantren salaf maupun kholaf untuk mengisi kekosongan santri yang tidak mudik, namun tidak berlaku bagi Pondok "Roudlotul Ihsan" Pethuk Semen Kediri yang memang secara continue dengan sistem kilatannya.

Pesantren yang didirikan oleh tiga tokoh tersebut (Alm Mbah Abdul karim Fanani {yang masyhur dengan sebutab Mbah Manaf Pethuk}, Alm Mbah Imam Nawawi Fanani, dan Alm Mbah Abu Bakar Bahri) hingga kini tetap konsentrasi secara penuh dengan sistem kilatan yang dikemas dengan beberapa pola. Pertama ; Kilatan bentuk Mingguan. Kedua ; Kilatan Bentuk bulanan, dan Ketiga; kilatan bentuk tahunan.

Kilatan bentuk mingguan. Biasa berlangsung saat liburan maulidun Nabi dan Bulan Sawal sambil menunggu hari efektif.

Khataman bentuk bulanan, khataman betuk ini sudah tidak asing bagi santri karena sudah menjadi agenda umum setiap pesantren disaat bulan puasa.

Khataman bentuk tahunan. Khataman bentuk tahunan ini dikemas dengan empat putaran tahunan, putaran tahun pertama berbagai kitab Fiqh. Tahun kedua Kitab Tasawwuf (disamping kitab-kitab tasawwuf yang lain, kitab Ihya' Ulumiddin merupakan kitab permanen ditahun kedua). Tahun Ketiga kitab-kitab Hadits. Dan tahun keempat kitab kecil-kecil yang meliputi berbagai fan (biasanya dalam satu tahun mencapai hingga 40 macam kitab).

Bentuk ngaji kilatan tersebut bisa direquest, sesuai dengan permintaan santri yang mukim.

Pondok yang berada di pelosok desa itu merupakan salah satu yang hanya fokus menggunakan sistem kilatan (tanpa ada sistem yang lain).

Pondok dengan sistem kilatan ini sangat diperlukan khususnya oleh kaum santri, sebab sanad maknanya bersambung pada ulama-ulama yang berkompeten pada bidangnya. Semisal Ihya Ulumiddin dan syarah Hikam, makna kitab di Pondok tersebut dari Mbah Marzuki Lirboyo. Shahih Bukhori makna kitabnya dari Mbah Jamal Batok-an dan mbah Juhaini Teretek dan lain sebagainya.

Bagi santri sanad ke ilmuan sangat diperhitungkan sebab untuk menyambungkan ilmu dirinya kepada ulama-ulama sebelumnya hingga sampai kepada Rasulullah SAW.

Wallahu A'lam

***
Santrine Abah Yai

23 Jul 2016

Halaman Persembahan Skripsiku

Sesungguhnya beserta kesulitan itu ada kemudahan, maka apabila engkau telah selesai (dari sesuatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain), dan hanya kepada tuhanmulah hendaknya kamu berharap. (Q.S Al-Insyirah : 6-8).

 “Sujud syukur kupersembahkan kepadamu Tuhan yang maha agung, maha pegasih, dan maha penyayang, atas izinmu hamba yang lemah ini mampu menyelesaikan tugas akhir.”.

“Ucapan shalawat beriring salam aku persembahkan kepadamu sang musthafa, kekasih hati ribuan juta muslim di dunia, Muhammad bin Abdillah yang berbudi luhur, yang mampu menyejukkan dunia dan merevolusi dunia”.
Allahumma Solli Alaa Muhammad, Wa Alaa alih Syayyidina Muhammah. "Ana Uhibbu Ilaika Ya Rasulallah”

Satu-satunya hal yang aku miliki dan yang begitu sangat istimewa dalam hidup ini sepasang malaikatku, Aba Sulaiman Kurdi dan Umi Kholifatur Rasyidah, yang dalam sujud-sujud panjangnya berdoa untuk kebaikanku dan yang tiada pernah hentinya selama ini memberiku semangat, dorongan, nasehat, dan kasih sayang, serta pengorbanan yang tak tergantikan.

Terima kasih Aba, Umi telah menjadi orang tua yang sempurna untukku, terima kasih atas jasa-jasa yang kalian berikan untukku, terima kasih atas perjuangan dan pengorbanan kalian untukku. Maafkan anakmu yang hingga kini belum bisa membahagiakanmu. Anakmu belum bisa dibanggakan Aba, Umi. Semoga Aba dan Umi senantiasa diberi kesehatan dan keselamatan dunia akhirat. Amin Ya Allah Ya Rabbal Alamin. Kado kecil ini bentuk keseriusan anakmu, meskipun belum berarti apa-apa.

Untuk kakak kandungku, juru keuangan keluaraga Jannatun Nafisah (Mohammad Badruddin) terima kasih telah mendukung academikku, dan terima kasih atas doa dan perhatiannya. Adikmu akan melanjutkan kepondok pesantren yang berbeda, jangan sampai lupa no rekeningku yaa. Hehe.

Dan untuk mak Mohammad Wasiuddin (Mabluhah). Terima kasih sudah memberikan banyak pengalaman, mengajarkan bagaimana menjadi orang yang sabar, dan bekerja keras. Sebentar lagi adikmu menyusul kepelaminan mak. hehe

Untuk alek Muhammad Ramli dan Mahalli, belajar yang benar, jangan ditiru kakak ketiganya ini. (Tettih Oreng Pudhu Tak Nyaman lek)

Nenek Ratna (Alm Kakek Pramo) dan Nenek Purisa (Alm Kakek Sappir), samoghee tetep sehat, tor lanjheng omor, tor samoghe kaeh eparenge tenang e dhelem kopur. Amin

Bibik Hasanah (Adman Shaleh), Semoga kesehatan selalu bersama dalam setia aktifitas sehari-harinya, dan samoghee morah rejekeh. Amin

Kakak sepupu Jamaluddin Husein (Yani Safitri), cepat punya momongan ya, tak sabar ingin mengendong anak dari kalian.

Ali Fikri, cepat wisuda yaa, dan Holili, papendher ajer lek, “Tetti oreng Pudhu tak nyaman”

Keponakanku, Abdul Majid Muhammad, Ali Wafa, Qonitatul Mumtaza, dan Roisul Fatoni. Paman sayang ke kalian. Semoga kalian menjadi anak yang shaleh dan Shalehah. Amin

Dan seluruh "Bani Sumber Sumur", semangat doa kalian selalu aku dengar.

Kembali ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada Dosen favorit sekaligus Dosen Pembimbing Ninik Azizah, S.HI, M.H, jasa ibu dan kesabaran ibu membimbing untuk menyelesaikan skripsi ini tidak akan pernah terlupakan. TERIMA KASIH IBU DOSEN

Kepada teman-teman seperjuangan di UNHASY, Prodi Hukum Ekonomi Syariah angkatan 2012, yang dalam suka maupun duka kita telah melewati masa-masa berat bersama. Kekompakan kalian dalam menghadapi kerasnya bangku kuliah akan menjadi sebuah kenangan indah di masa yang akan datang. Kita tidak akan lagi bisa saling melempar senyum, akan aku kenangan senyum manismu kawan.

Teman-teman Pondok Pesantren Tebuireng, moment Indah saat ngaji bersama sambil teriak-teriak, tak mungkin bisa kulupakan kawan. Sukses kawan, semoga kita sama-sama mendapat barokah dan mempunyai Ilmu yang bermanfaat. Amin

Sahabat-sahabati PMII Komisariat Hasyim Asyari khususnya Pengurus Komisariat 2014/2015 yang telah bekerja sama dalam menjalankan amanah, muka melas kalian tidak akan aku lupakan. Hahaha. Jangan pernah lupakan bendera kuning itu.

Teman-teman Kacong Cebbing Madureh (KCM), canda tawa kalian akan tetap terkenang. Sampai jumpa lagi di Madura tretan, kita berjuang bersama di Madura nanti.

Terakhir, saya ucapkan banyak terima kasih kepada calon ibu dari anak-anakku “Anisatul Mufidah Al Qomary”, sengaja ucapan terima kasih untukmu diposisikan terakhir, karena kau akan kujadikan yang terakhir dalam hidup ini. Terima kasih ya sayang atas perhatiannya, pengertiannya, dan dukungannya, terima Kasih sudah menjadi yang terbaik.

I Always Love You Tul