21 Apr 2015

Memperingati Hari Ibu R. A. Kartini

Cukupkah kita hanya mengucapkan SELAMAT HARI KARTINI pada tanggal 21 April di SOSMED, atau cukupkah kita hanya memperingati sanggul dan kebaya???
Ini yang perlu dipertanyakan terhadap kaum hawa khusunya warga pergerakan, karena pada hakikatnya kita memperingati suatu peristiwa untuk dijadikan sebuah tauladan (Lil Uswah) bukan hanya dijadikan ajang ucapa selamat saja.


Raden Ajeng Kartini merupaka wanita yang aktif mengkritik budaya jawa yang masa itu wanita harus dipingit (dikurung dalam rumah), tidak diberi kesempatan untuk mengikuti semua aktivitas (tidak mendapatkan Haknya), dan tidak bebas duduk dibangku sekolah. Budaya itu dipandang menghambat kemajuan wanita oleh R. A Kartini, maka karena jasa beliaulah yang aktif mengkritik budaya jawa, perbedaan sikap dan prilaku tak ada lagi, seperti yang kalian rasakan saat ini. Namun sayangnya masih segelintir orang saja yang masih mengikuti jejak beliau dan sisanya masih malu untuk berproses mengikuti aktivitas yang meningkatkan kualitas.

Semoga tulisan ini menjadi pencerahan bagi mereka (kaum hawa) yang belum sadar terhadap pentingnya berproses.


SELAMAT HARI KARTINI
Semoga pemikirannya bisa di gugu dan ditiru.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar